Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Kue K'ranjang Goreng

Kue K'ranjang Goreng


Ini adalah makanan klangenanku...

Dulu waktu anak anaknya masih kecil,walaupun kami tidak merayakan Sinchia secara "serius" Mamie selalu beli kue K'ranjang setiap dekat Sincia (tahun baru China). Ini  memang makanan khas Sincia, yang wajib ada dalam keluarga Tionghoa yang merayakan Imlek, melambangkan hidup yang manis penuh kelimpahan, lengket dan eratnya kekeluargaan.

Menurut dongeng Tiongkok kuno, di setiap rumah, ada seorang dewa yang bertugas menjaga tungku dalam keluarga. Dewa ini bernama Dewa Tungku. Dia ditugaskan oleh Raja Surga untuk mengawasi setiap keluarga dalam menyediakan makanan sehari hari. Nah, biar si Dewa Tungku ini memberikan laporan yang bagus bagus tentang keluarga yang diawasinya, maka dibuatlah kue K'ranjang untuk menyenangkan hatinya. Jadi kalo ibu ibu jarang masak, mending sering sering bikin kue K'ranjang, biar nggak digosipin oleh sang Dewa Tungku...hihih...boóng dinggg....

Diberi nama kue K'ranjang karena dicetak di dalam keranjang kecil kecil yang dialasi dengan plastik atau daun.

Kue K'ranjang yang dibeli Mamie biasanya berbungkus plastik atau daun pisang. Kue K'ranjang sering juga disebut dodol Cina. Dibuat dari tepung ketan, gula, pandan atau gula coklat. Aku lebih suka yang berbungkus daun, karena aroma daunnya membuat kue K'ranjang lebih wangi. Bayangkan saja, adonan kental dan panas langsung dituang ke atas daun pisang. Pasti lebih wangi daripada pakai plastik. Sayang sekarang agak susah cari kue K'ranjang yang bungkus daun di Surabaya. Bikin kue K'ranjang, menurutku cukup sulit. Aku pernah melihat sendiri Mamie temen SMAku, yang juga langganan kue K'ranjang Mamie dulu, keringatan mengaduk adonan di wajan super besar, dari cair sampai kental dengan susah payah. Ngaduknya pakai kayu panjang biar kuat dan nggak panas. Nggak heran harga kue K'ranjang juga nggak murah murah banget.

Nah, karena dulu Mamieku selalu beli kue K'ranjang dalam jumlah besar, tentu tidak sekaligus habis. Nah, kalau masih baru, kue K'ranjang masih empuk. Oleh Mamie diolah dengan sederhana saja. Kue kranjang dicuil kecil kecil, lalu dibalur parutan kelapa setengah tua yang sudah dicampur dengan garam dan dikukus. Lalu dimakan begitu saja.

Kalau sudah beberapa hari dan sudah mulai keras, digoreng dengan telur. Kalau sudah benar benar keras, dipotong potong, lalu diberi santan kental dan garam, dibungkusi daun pisang sedikit sedikit lalu dikukus sampai matang.

Di antara ketiga cara mengolah ini, favoritku adalah yang digoreng dengan telur. Karena rasa kue K'ranjang yang manis banget dipadu dengan telur yang gurih menjadikan rasa yang khas dan 'ngangeni.. :)


Kue K'ranjang Goreng


Bertahun tahun selama aku tinggal di Surabaya, Mamie masih rajin mengirim kue K'ranjang setiap dekat Sincia. Tapi sejak langganan kami di Semarang tidak lagi bisnis kue K'ranjang, akhirnya pengiriman dodol Cina ini berhenti. Sebagai gantinya di kantor, ada Nancy, teman yang rajin bagi bagi kue K'ranjang. Tidak seenak yang dari Semarang, tapi lumayan buat obat kangen.

Tahun ini aku beli sendiri kue K'ranjang. Nggak tau kenapa kok tiba tiba pengeeeen banget makan kue yang hanya muncul setahun sekali ini. Aku hanya beli 2 biji, rasa pandan dan rasa gula Jawa, itu juga harus order dulu. Dan aku menyesali kenapa hanya beli dua, soalnya sekarang masih pengen lagi :)


Kue K'ranjang Goreng



Cara menggoreng kue K'ranjang gampang banget. Kue yang sudah dipotong potong, dicelupkan dalam kocokan telur yang diberi garam dan sedikit vanili. Memang kue K'ranjang sudah wangi, tapi dengan tambahan vanili, amisnya telur nggak kecium sama sekali. Ngocok telurnya juga pakai garpu saja dan jangan terlalu niat sehingga telur tetap kental, jadi waktu digoreng tidak terlalu tipis. Goreng dengan api kecil saja sebentar lalu ditiriskan di atas kertas merang atau tissue dapur supaya minyak yang banyak banget berkurang. Karena lengket di plastik, pisau atau tangan, basahi dulu semuanya dengan air matang sedikit.


Kue K'ranjang Goreng



Beberapa malam yang lalu, waktu hujan deras aku sudah selesai makan malam dan sedang leyeh leyeh di ranjang, tiba tiba membayangkan nikmatnya makan kue K'ranjang hangat di cuaca dingin begini. Langsung aku bikin dan setelah matang, dengan bangga menawarkan kepada Pok dan Cinta, aku bilang 'Ayo cobain, ini enaaaak sekali, sukaan Mamie waktu kecil'. Dan,asal tahu saja, sodara sodari...mereka berdua tertarikpun tidak. Cinta masih mending, mau nyicipin dikit...tapi trus dilepeh, katanya 'Nggak enak'. Pok  hanya senyum sambil geleng geleng kepala tok, tanda menolak.

Masih belum puas pamer, aku share photo gorengan kueku ke BBM family Oei yang berisi kakak, adik dan keponakanku...dan sambutan yang aku dapatkan adalah "Nggak kepengen dan nggak suka !" Malah 2 keponakanku yang masih pada remaja nggak ngerti sama sekali nikmatnya makan kue K'ranjang goreng dan mengira photo yang aku share adalah empal dan pisang goreng... Oalaaaah....jangan jangan hanya aku, Mamie dan almarhum Papie yang dulu suka kue K'ranjang ya...hihih...

Waktu 2 kue K'ranjangku habis (aku makan sendiri) dalam 2 hari, masih pengen lagi. Lihat di Giant dan Sinar, adanya yang sudah keras...ndak enak yo...Akhirnya tadi aku pesen lagi ketemenku yang jualan kemarin...dan besok malam aku bakal makan itu lagi, tapi kali ini nggak bakalan nawarin dan pamerin ke siapa siapa daripada nelongso.... :D. 


Kue K'ranjang Goreng

So, Gong Xie Fat Choi, everybody...semoga tahun Kelinci ini membawa banyak berkah dalam kehidupan kita semua, baik yang suka maupun tidak suka makan kue K'ranjang, yang pinter masak ataupun yang enggak....biarlah semua mendapat rejeki, kesehatan, kasih sayang dan semua yang terbaik yang bisa diharapkan dalam dunia ini. Yang ingin punya anak, bisa mendapat banyak anak seperti kelinci.... whatever you wish come true lah...:D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My daughter's belated birthday cake :)


Seperti yang sering menjadi seloroh di kalangan bakul kue....seringkali anak bakul kue malah tidak punya birthday cake... :D

Dan ini hampir terjadi pada anakku, Kidung Cinta Andjani yang ultah ketujuh pada tangal 18 Oktober 2010.

Namun akhirnya dia bisa potong kue ultah, bonus boleh ikutan menghiasnya walaupun terlambat 3 minggu.


Cakenya Devils Food Cake resep NCC dan dicover pakai ganache dan edible image. Cerita detailnya di sini.



Selamat ulang tahun, Nak, doa dan kasih kami selalu mengiringi langkahmu....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pleks Gathering, 29 Oktober 2010




Setelah lama tidak pernah bisa ketemuan, karena kesibukan masing masing, baik di kantor maupun di keluarga, hari Jumat 29 Oktober 2010 kemarin Pleks ketemuan lagi. Sayangnya Nancy berhalangan, jadi hanya kami bertujuh yang bisa berkumpul di Bon Cafe, Gubeng. Inipun membutuhkan niat dan tekat yang kuat supaya bisa terlaksana. Karena tiga orang dari kami sudah mempunyai usaha di luar kantor, sedangkan Yuni selama berhari hari bekerja di Sukorejo dan sore itu bela belain dari Sukorejo ke Gubeng, sedangkan Arini seharian meeting sampai malam...tapi appointment ini tidak boleh ditunda lagi, karenaaa, bakalan susah nyari waktu lagi. Secara kami yang sekantor aja jarang banget bisa makan siang barengan....




Acara gathering kali ini adalah acara traktiran ultah Dewi (13 January 2010) dan farewellnya Lala yang sekarang jadi bakul emas :).

Kami sampai di Bon Cafe hampir bersamaan. Acara pertama, cipika cipiki, cerita ringan ringan tentang perkembangan kantor...mungkin kedengaran membosankan bagi yang sudah tidak ngantor lagi, tapi toh mereka tetap sabar mengikuti..


Acara kedua, pesan makanan, trus makan dengan anteng...nggak banyak suara...ketahuan kalau pada kelaparan...:)

Karena susunan dudukku di pojok, agak susah memotret menu pesanan Pleks yang lain, jadi yang sempat aku photo hanya pesananku saja...


Sup Thom Yam  yang rasanya standard saja...



Dan tenderloin steak (atau sirloin ya? lupaaa...) yang dibalut dengan ham..kalau yang ini rasanya OK :)

Makan selesai, mulai ngobrol rame.....makin malam,suara makin keras, makin banyak ketawanya, sampe kadang sungkan juga dengan pengunjung di sekitar kami, karena ruangan Bon Cafe Gubeng memang tidak terlalu luas.. Bahasan serius, bahasan santai, gojlok menggojlok, seperti biasalah... Yang duduknya di pojok kadang nggak denger apa yang lagi dibahas,jadi musti colek colek sebelahnya, minta diceritain ulang :D


 
 


Tanpa terasa sudah jam 9 malam lebih....HP dan BB dari keluarga sudah mulai bunyi, tanda waktunya balik ke pelukan mereka. Sebelum pulang, foto lagi...yang njepret Veve, anak Dewi yang ikut hadir malam itu.



Makasih Lala dan Dewi, dan sampai ketemu dalam Pleks Gathering berikutnya (yang besar kemungkinan baru tahun depan bisa terlaksana..:D)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Snack Sersan dan time managementku


Sersan (Serius tapi Santai) adalah acara bulanan di kantorku, di mana Presdir kami memberi update perkembangan seputar perusahaan. Kemudian karyawan baik yang hadir langsung ataupun yang mengikuti lewat video streaming (karena berada di luar Surabaya) bisa mengajukan pertanyaan dan akan dijawab oleh orang orang yang related.

Pada acara ini, selalu disediakan snack. Biasanya ada 2 macam, manis dan gurih. Tapi Sersan hari ini special. Karena ada tambahan tamu tamu dari kantor pusat yang paling pusat :). Karena itu snack yang dipesan ada 3 macam.

Amri, koordinatornya, pesan Sandwich, Macaroni Schotel, puding Strawberry dari aku. Tapi jujur saja kalau harus buat puding Strawberry terlalu banyak di pagi hari, aku nggak sanggup. Karena puding ini benar benar tidak bisa dicicil. Karena itu aku tawarkan, separoh puding Strawberry,separohnya puding almond dan fruit cocktail. Amri setuju Beberapa kali aku sempat reconfirm, apakah benar mau pesan Sandwich, secara Sandwichku gede, dan biasanya snack untuk meeting nggak gede gede banget. Tapi pemesannya tetap  minta itu. Yo wis to :)

Aku sering banget ditanyain sama teman teman 'sudah kerja seharian, kok masih sempat sempatnya bikin pesanan snack'. Hmmm...pengen tahu managemen waktuku ? Gini....hari Sabtu 23 Oct 2010 aku belanja dulu barang barang yang bisa disimpan termasuk kotak mika untuk sandwichnya. Trus Senin pagi aku turunkan sosis, smoked beef dari freezer. Trus ke kantor dulu.

Senin sore pulang kerja aku belanja bahan bahan segarnya, wortel, tomat, roti tawar,dll. Sampai rumah, ngasih oder ke mbak Yanti - part time maidku yang aku suruh bermalam hari itu - sementara mbak Yanti motong motong bahan, aku ngrebus macaroni, motong motong roti, keju, bikin dressing dll. Jam 8 malam aku mulai masak macaroni schotel, matang, mulai oven dalam  beberapa batch dengan menggunakan 2 oven. Sambil nunggu schotel matang, mbak Yanti nyiapin dosnya, aku nidurkan Cinta yang sampai malam masih pengen main dan 'sama Mamie" terus..:). Suamiku dan mbak Yanti yang melanjutkan tugas memasukkan macaroni schotel ke dalam loyang. Setelah Cinta tidur, aku inspeksi hasil pengisian loyang. Beberapa kepenuhan, beberapa kurang. Nggak papa, at least sudah meringankan tugasku.

Jam 1 pagi, mbak Yanti tidur, aku mulai bikin pudding almond. Suamiku aku mintain bantuan untuk mengaduk puding, sementara aku memarut keju, motong motong keju dan smoked beef. Puding dingin, aku masukkan kedalam cup. Harus aku sendiri, soalnya kalau orang lain yang memasukkan, aku nggak cocok... :D.

Rencana pengen tidur bentar, tapi aku lihat kok sudah jam 2 lebih, tanggung banget. Mbak Yanti tadi bilang mau bangun jam 2:30. Yo wis akhirnya aku lanjut aja. Mbak bangun, aku kasih contoh bikin ceplok telur buat isian sandwich. Setelah itu dia menyiapkan sayur.

Aku bikin topping macaroni schotel, menuangkan ke loyangnya dan mulai mengoven lagi. Setelah itu aku buat pudding strawberry.

Jam 4:30 pagi mulai nyusun sandwich....suamiku yang baru tidur selama 1 jam aku bangunin. Mbak Yanti cuci cuci...kami berdua berkutat dengan smoked beef, keju, sayur dan saus.  Dan ternyata makan waktu banget ngisi sandwich ini.



Jam 6, waktunya Cinta bangun, aku mandiin dulu, dandan trus berangkat sekolah diantar Bapaknya. Aku mulai menghias puding Strawberry yang sudah dingin dan menuangkan fruit cocktail ke puding almond. Mbak Yanti memasukkan kedalam dos, menyiapkan sambal, sendok dan waktu macaroninya matang, aku taburkan keju lalu si mbak yang memberi garnish dan masukkan ke dalam dos.




Semua kerja, nggak ada waktu buat santai santai, karena pesanan ini diminta jam 8 pagi harus sudah sampai kantor. Walaupun Sersannya baru mulai jam 10:00 tapi snacknya mau ditata di meja meja hadirin.

Jam 7:15 aku mandi (ini termasuk time management juga kan? hihih....), dandan, trus jam 7:45 semua siap. Check final, beres, berangkat. Sampai kantor, yang aku rasakan adalah badan linu, mata pedas dan perut kelaparan karena nggak sempat sarapan.

Minta sandwichnya 1, bolehkan...toh aku juga nanti ikut Sersan.. :D. Makan sandwich separoh, trus aku bantuin mbak Ningyum, petugas pantryku nata snacknya di ruang meeting. Kelar, photo photo dulu, soalnya tadi di rumah nggak sempat.


macaroni schotel & puding almond


meja yang beruntung, dapat 4 macam snack lengkap :D



Macaroni ini favorite teman teman, rasanya wuenak,katanya. Rahasianya? Banyakin isiannya, lebih dari macaroninya dong... :D



Kalau yang ini favoritnya si Ulik, penggemar Strawberry. Tapi memang pudingku ini rasanya seger banget...aku beri potongan strawberry segar di bagian bawah, samping dan atasnya. Strawberry yang di atas aku buat nggak terlalu asam. Resepnya pakai feeling aja.




Time management terakhir : Sersan selesai, bikin tagihan, trus blogging... ;p

Demikianlah sejumput cerita tentang pembuatan snack Sersan ini. Soal time management, masing masing orang punya cara sendiri, yang penting niat yang kuat aja. Kalau dibayangkan capenya, memang cape, tapi kalau sudah niat, jalani aja sambil berdoa minta kekuatan dari Tuhan dan cari bantuan dari orang orang dekat (kalau ada, kalau nggak ada ya kerjain aja sendiri) :)

Thanks, Amri dan team Sersan atas pesanannya...jangan lupa bikin AECSnya yang bener ya, biar duitnya cepet keluar :D



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Halal bihalal NCC Surabaya



Acara halal bihalal NCC Surabaya, diadakan hari Minggu siang tanggal 3 Oktober 2010. Mengambil tempat di d'Kampoeng, Sutos. Pesertanya kurang lebih 35 orang. Yang datang ada yang dari Paiton, Gresik, Malang, Sidoarjo dan tentunya Surabaya. Sebenarnya lebih tepat disebutnya NCC Jatim ya...

Ini pertama kalinya aku ke Sutos (Surabaya Town Square), walaupun sudah sering dengar cerita bahwa di sini adalah tempat yang nyaman untuk hang out sambil makan makan, tapi baru kesampaian ke sana ya waktu HBH itu.

D'Kampoeng merupakan salah satu tenant di Sutos. Tempatnya lumayan luas dan ramai. Begitu kita masuk, kita akan disodori selembar kartu. Di dalam, kalau kita pesan makanan dari para penjual  yang sebagian besar adalah penjual makanan yang sudah terkenal, di kartu itu akan di stempel dan nanti pada saat kita mau keluar, cashier akan melihat kartu yang kita bahwa dan menghitung total makanan yang sudah kita konsumsi.

Karena kesibukanku akhir akhir ini, aku tidak rajin membaca milis NCC. Padahal di milis NCC Surabaya sudah diterangkan oleh Vivi Liong, bahwa minimum belanja kita adalah Rp 20,000. Kalau kita nggak belanja (baca : makan/minum) kita nggak boleh keluar. Karena itu selama acara berlangsung aku tidak mengkonsumsi apa apa, karena dari rumah sudah makan kenyang, begitu juga Cinta yang aku ajak ikut acara ini.

Ketika kami datang, ternyata meja kami sudah hampir penuh, tapi masih ada tempat di pojok, deket tumpukan kado. Nggak ada acara khusus, semua peserta ngobrol ngobrol aja. Dan karena lokasinya ramai maka ngobrolnya sambil duduk, jadi hanya dengan teman teman yang dekat duduknya sajalah kita bisa ngobrol banyak.



Acara baru 'hot' waktu pembagian door prize dan cross kado.


Selesai pembagian kado dan buka buka kado, adalah acara foto bersama. Fotonya di depan d'Kampoeng. Nah, baru pada saat inilah aku ketemu Vivi dan diingetin lagi kalau nggak belanja nggak boleh keluar. Waaaaa....

Vivi bilang sih, coba aja dulu, sapa tau boleh. Tapi aku malu kalau sampai ditegur oleh penjaganya, jadi dengan terpaksa aku nggak ikutan photo. Duduk lagi, pesan jajan pasar dan bubur Madura, dua dicampur sekaligus,maksudku biar cepet habis quota Rp 20,000 itu....:)



my favorite dish, jajan pasar dan bubur Madura


Setelah sesi foto bersama (tanpa aku) selesai, Hepi, Nadira, Tjita, Monica, Shirley dan Viency ngobrol lagi di dalam. Si Cinta yang dari rumah sudah siap dengan membawa buku kerajinan dan mewarna duduk anteng di pojok bersama Ais, anaknya Tjita.


Begitu lihat Ais maem soto, rupanya Cinta jadi laper. Jadi kami pesan soto pak Sadi. Sayangnya Cinta nggak terlalu suka, karena pakai ayam kampung which is daging dan kulitnya terlalu keras buat anakku ini. Jadiii, Mamienya juga yang menghabiskan...

Selesai acara HBH aku jalan dengan Cinta, nyari toko sepatu. Karena niat dia mau ikut adalah pengen beli sepatu. Muter muter pertokoannya, ternyata nggak ada counter sepatu anak. Cinta minta pindah mall, tapi aku nggak mau, karena hari Seninnya dia ada UTS, selain itu hari sudah makin sore, bapaknya di rumah sendirian dalam keadaan sakit pula. Akhirnya sambil sedikit cemberut (tapi masih sempat minta mampir J-Co untuk mengudap donat kesukaannya) Cinta setuju untuk pulang. Di dalam taxi sudah ketawa ketawa lagi, karena dia memang enjoy naik taxi :). Cinta bilang 'Mamie, lain kali kita kalau pergi pergi naik taxi aja,yuk...enak". Kataku " Noooo....mahal yaaaa, mending naik Bapak..."...hehehe, nggak rela bayar taxi dari Sutos ke rumah, one way, Rp 50,000. Itu juga karena nggak macet, kalau macet bisa lebih mahal lagi, Dari pada buat bayar taxi mending buat beli buku dweeeh...

Demikianlah sedikit cerita tentang kegiatan off-air NCC Surabaya. Hasil paling nyata dari acara ini adalah kami makin kenal satu sama lain. Yang selama ini hanya kontak via milis, sekarang jadi melihat wajah satu satu (walaupun sebagian besar sudah sering ketemuan juga sih..)

So, thank you, teman teman NCC Jatim atas kehadiran dan persahabatannya. Semoga makin solid dan makin membawa bermanfaat buat sesama.

BTW, acara HbH ini diliput oleh harian Surya dan diterbitkan pada hari Sabtu 9 Oktober 2010.



Versi 'large'nya di bawah ini dan ternyata tetap tidak terbaca karena layout blogku ya...jadi silakan di save picture as, dan dibaca dari computer masing masing :)



Berita di bawah ini adalah liputan tentang blogku dan blog Shirley, hasil wawancara via telephone dengan mbak Martha dari Surya.... :)



Thank you buat Vivi Liong yang sudah memilih aku sebagai salah satu orang yang diwawancarai mbak Martha :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nasi goreng Widodo - nasi goreng paling mahal di hidupku :)


Liburan lebaran tahun ini, keluarga Eny dan mak Kiem dari Semarang main ke Surabaya seperti juga beberapa tahun sebelumnya.

Tujuan utamanya hanya jalan jalan dan makan enak....secara mereka sudah bosen shopping dan malas pergi ke kota kota yang kalau lebaran pasti rame dan macet. Pengalaman mengajarkan, selama liburan Lebaran jangan ke Bali, Jogja, Malang, Puncak atau Bandung...pasti nggak enjoy karena macet dan susah nyari makan..hihih..maklum, keluarga besar kami semua seneng makan, jadi kalau makan nggak bisa nyaman, pasti bete...

Yang bertugas meng-escort mereka kali ini adalah kokoku, Sam dan keluarganya, karena aku harus berlebaran dengan keluarga suami di Probolinggo. Tapi pada hari lebaran ke 2, tanggal 11 September siang kami balik ke Surabaya. Hari itu special karena mak Kiem ultah.

Acara dinner untuk mak Kiem diadakan di rumah makan Kapin daerah Kupang sana, yang deket dengan rumah Sam. Referensinya dari aku...aku bilang pada mereka, di sini ada nasi goreng yang sangat terkenal. Terkenal karena harganya yang luar biasa mahal :D. Mereka setuju.

Nah, mulailah kami pesan.....salah satunya adalah nasi goreng tersebut, yang diberi nama nasi goreng Widodo. Satu porsinya adalah Rp 150,000 - terlalu mahal untuk ukuran nasi goreng kan?




Waktu datang, inilah tampilannya :




Trus apa yang membuat nasi goreng ini special? Konon, di rumah makan Kapin yang asli, yang letaknya di sekitar Tugu Pahlawan, ada pelanggan yang suka sekali makan nasi goreng. Nasi gorengnya Kapin ini, dulu harganya biasa aja, trus karena pelanggan yang bernama pak Widodo ini yang setiap kali pesen minta ditambahin udang, kepiting dan lain lain dalam jumlah banyak, harganya dinaikin. Nah pelanggan yang lain akhirnya ikut ikutan, dan diciptakanlah menu khusus yang bernama nasi goreng Widodo. Denger kabar yang dimaksud dengan pak Widodo ini adalah jendral Widodo, tau bener tau enggak....soale ceritanya cuma dari mulut ke mulut :D

Kalau rasa nasi gorengnya sendiri, menurutku standard Chinese food biasa aja, seperti nasi goreng Hongkong pada umumnya. Berminyak minyak gitu. Oiya, sebenarnya kalau dihitung bener bener, nggak mahal mahal amat sih, karena satu porsi bisa dimakan 5 orang, tentu saja dengan tambahan menu lain. Sayangnya, pecinta nasi goreng Hongkong kecilku malam itu agak demam, cape dan ngantuk, sehingga tidak bernapsu makan...malah rebahan di atas meja resto dan nggak mau maem sama sekali :)


Cinta dan Salsa, sepupunya yang aku ajak ke Surabaya untuk nemani Cinta..keduanya cape dan ngantuk.. :)


Selain nasi goreng Widodo ini, makanan lainnya lumayan enak, terutama burung dara gorengnya yang empuk dan gendut...dan yang penting koh Nan, iparku dan semua yang ikut dinner suka dengan semua menunya :)



Joshua, Jeremy, Michael dan mak Kiem

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang tersisa dari jalan jalan ke Jogja dan Semarang

Ini cerita yang tercecer dari perjalanan liburan kami ke Jogja dan Semarang kapan hari :)

Trip kali ini kami tidak banyak mengunjungi tempat makan yang istimewa, karena waktunya terbatas banget dan kami mempertimbangkan menu makanan Cinta yang masih belum suka makanan aneh aneh, kecuali McD, AW, dan masakan rumahan :) 

Yuk, mulai dari Jogja dulu.

Ini adalah Gudeg Permata, gudeg yang menurutku enak banget. Bukanya malam hari saja. Di emperan toko yang sudah tutup gitu. Trus yang makan juga banyak, tapi kali ini kami nggak perlu ngantri terlalu lama.






Karena Cinta sudah ngantuk dan tidur di mobil, kami beli gudegnya dibungkus aja trus dimakannya di hotel :)


Harganya nggak mahal, untuk seporsi nasi gudeg komplit (nasi dengan ayam 1 potong, telur 1 butir, sambel goreng krecek, tahu tempe bacem, dan lain lain hanya sekitar RP 18,000). Yang kami suka, gudegnya nggak terlalu manis.

Kami kenal gudeg ini waktu dulu rutin katekisasi di gereja Ngupasan Jogja menjelang pernikahan. Yang mengenalkan Wisnu,sahabat suamiku yang sering ke Jogja. Tapi karena sudah lama nggak ke Jogja, kami lupa tempatnya. Yang diingat suamiku hanya di dekat Malioboro. Jadilah malam itu kami muter muter ke daerah sekitar kantor pos besar, tapi nggak ketemu juga. Karena itu malam terakhir kami di Jogja dan besoknya sudah ke Semarang, mau nggak mau kudu ketemu, akhirnya suamiku nekad telpon Wisnu di Jakarta yang pasti sudah tidur malam itu :). Akhirnya ketemu juga....seneng bangetttt...

Nah, seingat kami pula, waktu itu porsinya kecil. Kami dulu makan di tempat, pakai piring gitu. Suamiku waktu itu sampai nambah. Kami pikir porsinya kali ini juga masih kecil. Pesanlah kami seorang 2 bungkus. Eh, ternyata setelah dibuka, banyaaaaaaaaaak banget..hiks...dengan berat hati akhirnya ada yang terbuang sia sia. **Maafkan kami yang menyia nyiakan berkat dariMu Tuhan**

Yang berikutnya adalah empek empek bu Kamto. Konon katanya ini empek empek paling enak di Jogja :). Aku belinya yang di daerah Malioboro, pake naik becak, soalnya suamiku mau langsung ke Taman Pintar dengan Cinta. Sementara aku masih perlu mampir Periplus dulu mau ngurus buku yang salah diskon.


Memang aku niat beli empek empek bu Kamto ini buat oleh oleh Mamie dan keluarga cicikku, Eny yang suka sama empek empek dan nggak mau dioleh olehin gudeg, soalnya habis dapat oleh oleh dari mertuanya :)



Kalau rasanya, memang enak sih, deserve dengan harganya yang nggak murah. Tapi agak agak terlalu amis, mungkin karena pakainya ikan asli, nggak banyak campuran tepungnya ya.... Aku hanya suka lenjernya. Sedang Mamie, Eny dan Michael suka kapal selamnya.

Trus, ini yang sebenarnya bukan menu khas Jawa Tengah....yaitu sate ayam. Waktu habis dari Taman Pintar, kami terjebak macet karena ada karnaval 17 Agustusan. Nggak tahan mencium baunya yang sedep banget, dan aku lihat kok daging ayamnya bersih...aku cobain pesen. Satenya kecil kecil, tapi rasanya lumayan. Trus iseng iseng aku ngobrol sama si mbok yang jualan...eh, ternyata dia jawab dengan logat yang sangat familiar buat aku....ternyata dia orang Madura yang mengadu nasib jualan sate Madura di Jogja :D







Sorenya kami jalan ke Semarang. Sampai Semarang sudah malem banget tapi perut laper. Nyari nyari mie Jowo, akhirnya dapat di Stadion, deket gereja Pringgading. Tapi lupa motret mienya. Yang pasti mienya jauh lebih enak dari mie Jowonya pak Pele. Mienya pakai kekian abal abal, yang menurutku khas :)


brandingnya Yamaha Mataram Sakti...hihih....tokonya sapa tuuuuhh....kayaknya kenal nih...


Nah, besoknya setelah di Semarang, kami sempatin makan tahu Pong jalan Gajah Mada. Ini menu wajib kalo aku pulang ke Semarang :). Isinya bisa customized, pilihannya tahu Pong (dipotong kotak kotak), gimbal udang, telur rebus digoreng dan tahu emplek (tahu digoreng utuh trus dipotong potong). Harga per porsi antara Rp 15,000 - Rp 20,000. Biasanya pakai acar lobak, tapi kali ini mungkin habis, jadi hanya pakai acar timun biasa.




Nah, karena di sebelah tahu Pong ini ada orang jualan mie Titee cabang Grajen, aku pesen juga. Tapi aku pesennya bihun Titee. Rasanya? Menurutku enak banget....soale aku seneng...hehehe.. Cuma beda dengan jaman aku masih tinggal di Semarang dulu, sekarang titeenya (kaki babi) dipotong kecil kecil.



Yang terakhir adalah sate kambing (seberang) gereja Blenduk.


Gereja Blenduk yang legendaris..

 
Nama warungnya adalah Sate Kambing 29. Tempatnya sudah kuno banget, sejak aku kecil sudah ada. Dagingnya empuk banget... 1 porsi berisi 5 tusuk, sudah cukup buat sekali makan :)





Bumbunya hanya kecap manis dan merica, sehingga rasa satenya nggak terkontaminasi dengan rasa kacang. Kalau di Surabaya, rata rata sate kambing pake bumbu kacang,kecuali kita request sebelumnya.



Trus karena pengen kuah, aku pesan gule...ternyata gulenya kurang OK..terlalu encer..



Sayang waktu kami di Semarang nggak lama, jadi nggak sempat melepas rindu dengan makanan lain, seperti soto pak Keri, soto Bangkong, sate pak Kempleng, pecel yang setiap hari lewat depan rumah Mamie, Swike, sup  hisit dan bakcangnya pasar gang Baru...aaahhh...pokoknya banyak yang masih belum kebeli. Mungkin Desember kalau libur panjang kami bisa pulang ke Semarang lagi *keep my fingers crossed*.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS