Showing posts with label KBB. Show all posts
Showing posts with label KBB. Show all posts

KBB # 21 : Creme Brulee

1jadi


Tik..tok..tik..tok..waktu berlalu cepat sekali. Tahu tahu sudah tanggal tua, dan batas pengiriman laporan KBB makin dekat.... :)

Sejak terima surat tjintah KBB # 21 tanggal 29 Desember 2010, aku sudah niat banget mau ngerjain cepet cepet. Karena kalau dilihat proses pembuatannya nggak rumit dan rasanya sudah pasti lezat...tapi ya gitu, sibuk sana sini, akhirnya baru tadi malam sempat buat.

logo kbb#21



Untuk resep asli, yang disertakan dalam Surtjin KBB aku tuliskan di sini :

Creme Brulee
Source: Jamie Oliver: The Naked Chef 2
Serves 6

300g fresh rhubarb (apa itu Rhubarb bisa check disindang)
3 Tbs caster sugar
2 vanilla pods
300ml double cream
200ml full fat milk
8 egg yolks
80g sugar

Preheat the oven to 140C/275F/Gas 1. Roughly slice up the rhubarb and place it in a pan with the caster sugar and 5 tablespoons of water. Simmer until tender, divide between 6 small serving dishes which your brulee will be cooked in, then set aside.


Score the vanilla pods lengthwise and run the knife up the pod to remove the vanilla seeds. Scrape these into the pan with the pods, cream and milk and slowly bring to the boil.
Meanwhile beat together the yolks and the sugar in a bowl until light and fluffy. When the cream and milk are just boiling, remove the vanilla pods and add little by little to the egg mixture, whisking continuously. I like to remove any bubbles or froth from the mixture before dividing it into the serving dishes, on top of the rhubarb.
Stand these in an appropriately sized roasting tray filled with water half way up the containers, and bake in the pre-heated oven for around 25 minutes until the custard mixture has set but is still slightly wobbly in the centre.

Allow to cool to room temperature then place in the fridge until ready to serve. Sprinkle with sugar and caramelize under a very hot grill or using a kitchen blowtorch. Lovely.

Member boleh memodifikasi sesuai selera. Nah,resep modifikasiku adalah sebagai berikut :

1bahan


150 gr whipped cream bubuk
500 cc susu segar (full cream)
50 gr gula pasir
8 kuning telur
2 sdt vanilla pasta
4 potong peach kalengan, tiriskan airnya (potong tipis)
beberapa butir strawberry (potong kasar)

Karena aku nggak punya ramekin, mau beli nggak ada yang besarnya sesuai keinginanku, aku pakai 8 loyang alfoil saja.

Cara membuatnya :

Panaskan oven dengan suhu 140 derajat Celcius

Letakkan buah buahan di dasar cup...

1 buah


Rebus susu,whipped cream dan vanila sampai mendidih dengan api kecil. Sementara itu kocok kuning telur dan gula sampai kental

1 telur


Masukkan campuran susu dan whipped cream sedikit demi sedikit ke dalam kocokan telur sambil terus diaduk

1 campur


Singkirkan busa dan gelembung yang muncul, lalu bagi adonan kedalam loyang loyang yang telah diberi buah sampai penuh.

1 bagi


Oven dengan cara au bain marie sampai custard kaku, tapi tengahnya masih bergoyang goyang. Di resep asli, dituliskan waktu panggang adalah 25 menit, tapi semalam aku butuh sekitar 1 jam sampai benar benar set.

Keluarkan dari oven, dinginkan, lalu masukkan kulkas sampai saat akan dikonsumsi.

Taburi bagian atas dengan sedikit gula pasir, lalu bakar dengan blow torch atau panggang dalam oven yang panas sekali, sebentar saja. Sayangnya blow torchku lagi kesingsal, alias missing in action, dan si mbak nggak tau musti cari kemana lagi, karena (katanya) serumah sudah diublek ublek nggak ketemu juga...jadi tadi pagi aku panggang dengan oven saja, tapi kayaknya kurang lama, jadi warnanya kurang coklat. Rasanya, seperti yang kuharapkan, creamy, manis dan segar karena buahnya. Yang aku sesali, aku tidak menambahkan rhum dalam adonannya....karena pasti bakal lebih yummy kalau ada aroma rhumnya.

1 matang


OK, tantangan sudah selesai...siap siap dengan tantangan berikutnya yang kedengarannya menantang (baca : sulit..hihihi)

Terimakasih mbak Arfi, mbak Mira dan mbak Molly..

1 matang2



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dapat Excellence Award dari KBB !


Hari ini, nggak disangka nggak dinyana, mbak Arfi, kepala suku KBB bagi bagi award buat member KBB yang sudah mengikuti 6 kali tantangan KBB secara terus menerus , celebrating ultah KBB yang ketiga. Whuikk..senengnya...apalagi kalau ingat perjuanganku waktu join Klub ini dulu...

Makasih mbak Arfi, semoga KBB terus exist dan tantangan tantangannya makin membuat ilmu kuliner membernya berkembang :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KBB # 20 : Biskuit Tradisional - Kue Bangket, 1 resep 4 rasa






Tantangan KBB ke 20 kali ini adalah membuat biskuit tradisional, tepatnya bikin kue Bangket.


Ada yang menyebutnya kue Bangket, ada yang bilang kue Bangkit...semuanya benar. Kue Bangkit menurut kisahnya berasal dari Riau. Dan aku sama sekali nggak pernah tau seperti apa kue Bangkit ini. Waktu ngobrol dengan teman teman milis yang dari Jatim juga pada nggak ngerti, tapi setelah aku bikin sendiri, baru aku tahu...ternyata kue ini adalah kue Semprit kalau aku bilang :)

Event KBB ini bersamaan dengan Event di NCC,sama sama bikin kue Bangket. Kalau di NCC disebutnya Bangket Week. Karena itu banyak resep yang bertebaran di milis NCC.




Resep yang aku bikin kali ini adalah berdasarkan resep Bangket Susu milik Nadrah, NCC. yang kemudian aku modifikasi menjadi 3 rasa baru.

Bahannya mudah saja, yakni :

500 gr tepung sagu
150 gr gula halus
100 gr margarine
75 gr susu kental manis
2 lembar daun pandan



Cara membuatnya :

1. Sangrai tepung sagu bersama daun pandan dengan api sedang sampai daun pandan kering (kurleb 15 - 20 menit) sampai tepung sagunya kelihatan seperti "melayang"



2. Buang daun pandannya dan campur semua bahan lain


3. Cetak dengan menggunakan cetakan satru, praline, cookies cutter atau cetakan apa saja dengan bentuk suka suka..Kalau pada saat dicetak adonan masih terlalu 'mawur', tambahkan 25gr margarine. Kalau masih susah dibentuk, tambah 25 gr margarine lagi. Kalau masih mawur jugaaaa...berarti ada yang nggak beres, karena waktu aku bikin kemarin nggak perlu nambah margarine lagi sudah langsung bisa dicetak dengan baik :)
Waktu memasukkan adonan ke dalam cetakan, tekan dengan kuat sehingga bentuknya padat. Ketukkan cetakan di atas meja atau langsung ke atas loyang yang telah dialasi kertas roti.




4. Panggang dalam oven dengan suhu 140 derajat Celcius selama 15 - 20 menit




Waktu aku bikin kemarin, sengaja memanggangnya sedikti demi sedikit dalam oven kecil saja, jadi begitu batch pertama matang, aku cicipin dulu. Dan aku pikir bakalan seru kalau ada beberapa rasa dalam kue ini. Jadi sisa adonan aku bagi 3, dan masing masing aku beri tambahan rasa. Yang petama aku tambahkan 1 sdm Mochaccino, kedua aku tambahkan 1/2 sdt jahe bubuk dan yang ketiga aku campur dengan parutan keju.





Tunggu setelah kue benar benar dingin baru diangkat dari loyang dan dimasukkan ke dalam toples.



Karena kemarin aku cetak kuenya dengan berbagai macam ukuran, matangnya jadi nggak rata juga. Tapi berdasarkan pengamatanku, kue Bangkit yang sudah matang berwarna butek, sedangkan yang belum matang masih ada warna transparantnya.



Hasil kue Bangketku, yang campuran Mochaccino dan keju berwarna agak gelap, sedangkan yang ada campuran jahe bubuk dan tanpa campuran berwarna putih.



Kalau rasanya, menurutku enak, namun agak terlalu manis, jadi kalau bikin lagi aku akan kurangi pemakaian gulanya. Yang paling enak adalah yang ada campuran kejunya, karena rasa kejunya kletis kletis dan membuat kue ini tidak enegh :)




Demikian tugas KBB #20 sudah selesai aku buat dan pada saat yang bersamaan  bisa ikut event Bangket Week NCC. Terimakasih Nadrah untuk resep Bangket Susunya :). Dan ini tanda lulusnya...legaaaa.. :D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KBB#19 : Birthday Edition - Onbitjkoek



Duuuhhh….ini benar benar pengerjaan tugas KBB yang paling mepet yang aku kerjakan.

Sebenarnya sudah sejak terima surat tjintah KBB # 19 – Birthday Edition aku sudah niat banget bikin Onbitjkoek karena kali ini semua peserta bebas memilih resep yang pernah dibikin selama tantangan pertama sampai ke 18. Alasanku, karena ingin nostalgia dengan kue bolu yang sering dibuat oleh Mamiku waktu anak anaknya kecil dulu. Dan kebetulan waktu tantangan Onbitjkoek ini, aku belum bergabung dengan KBB jadi belum pernah buat :)

Tanpa bermaksud meremehkan tugas KBB, tapi karena banyak hal yang terjadi selama bulan September ini, akhirnya baru pada hari terakhir aku sempat buat. Itupun aku kerjakan sepulang kerja sambil badan meriang karena serangan batuk berat yang melanda, plus pakai acara ganti regulator gas yang 'bocor halus'...uggghhh...

Namun, karena resepnya juga gampang, bahan semua sudah tersedia, hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam, Onbijtkoek-ku sudah selesai.



Resepnya aku ambil dari tantangan KBB # 11, berikut copy-pastenya berikut sedikit modifikasi dari aku :


KBB#11-Onbitjkoek

Onbitjkoek merupakan kue khas Belanda dan sudah melekat ke dalam kategori kue-kue Indonesia dikarenakan latar belakang sejarah yang melibatkan kedua negara.


Patut kita coba dan lestarikan, karena biar bagaimanapun sejarah juga mencakub dunia kuliner Indonesia yang mempengaruhi komponen-komponen modernisasi saat ini.



Memakai resep ini kita juga belajar membaca resep Indonesia dan bagaimana para praktisi kuliner Indonesia membuat resep (bahan diskusi: metode pembuatan, suhu oven, waktu pemanggangan, cara penulisan bahan, dsb). Ingat, teliti membaca sebelum membuat.


ONBITJKOEK
Sumber: Kue-Kue Indonesia. Yasa Boga-PT Gramedia Jakarta. 2007.

Bahan :




125g gula palem/gula merah

5 kuning telur

3 putih telur

campur rata :

125g tepung terigu,

1 sdt peres kayumanis bubuk,

½ sdtpala bubuk,

¼ sdt cengkih bubuk - aku skip karena nggak punya :(

Note : Resep aslinya memang tidak memakai mentega/margarine, tapi hasilnya seret. Biasanya orang makan Onbijtkoek dengan dioles margarine/mentega, tapi untuk kali ini aku tambahkan 50 gr butter leleh, sehingga hasilnya lebih lembut.
taburan :

50g kenari, iris tipis

Cara :



1. Kocok kuning telur dan putih telur, gula palem sampai kental dan naik. Kemarin aku pakai hand mixer Phillips sekitar 10 menit sudah kental sekali.




2. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata.




3. Tuang ke dalam loyang roti (loaf) yang sudah dialas dengan lapisan kertas yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung. Note : aku campurkan sebagian kenari kedalam adonan, dan sisanya untuk taburan.




4. Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang), keluarkan dari oven, taburi irisan kenari. Panggang terus sampai matang, angkat (kurleb 15 – 20 menit lagi).


balik ke atas rak, buka kertasnya dan balik lagi....





Potong menurut selera. Rasanya enak banget menurutku, dan nggak terlalu manis, jadi nggak enegh, apalagi dengan kletis kletis kenari di dalam dan di atasnya. Dinikmati dengan secangkir kopi di pagi hari..hmmm....nyamannn...



Selamat ulang tahun ke 3, KBB, semoga makin seru dan makin kreatif dengan tantangan tantangannya.

Dan ini tanda lulusnya :). Makasih mbak Arfi...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KBB # 18 : Cinnamon Macarons


Bergabung dengan KBB (Kelompok Berani Baking) benar benar pengalaman yang luar biasa buat aku. Di sini aku tidak hanya berani mengerjakan resep yang (biasanya) unik, tapi  sekaligus juga mendapat banyak ilmu dan pengalaman yang di share oleh sesama member yang sudah mencoba mengerjakan tugasnya lebih dulu. Dari kegagalan dan keberahasilan itulah aku belajar.



Seperti tantangan kali ini, yaitu membuat French Macarons. Beda French Macarons dengan Macarons biasa adalah kandungan kacang kacangan yang digiling halus dan dimasukkan di dalam adonannya. Nah, menurut Wikipedia, Macarons itu sendiri adalah

"A macaron is a sweet confectionery. Its name is derived from an Italian word "maccarone" or "maccherone". This word is itself derived from ammaccare, meaning crush or beat, used here in reference to the almond paste which is the principal ingredient.[1] It is meringue-based: made from a mixture of egg whites, almond flour, and both granulated and confectionery sugar.


The confectionery is characterized by its smooth, domed top, ruffled circumference, and flat base. Connoisseurs prize a delicate, egg shell-like crust that yields to a moist and airy interior. The French macaron differs from macaroons in that it is filled with cream or butter like a sandwich cookie, and can be found in a wider variety of flavors that range from the traditional (raspberry, chocolate) to the exotic (truffle, matcha tea)


Pada saat mengirimkan surat tjintah, Ezi & Swi, host kali ini, juga menyertakan resep pink Macarons sebagai berikut :

Pink Macarons

Sumber: Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. The Australian Women Weekly.

3 putih telur
2 sdM gula caster
pewarna pink
200g icing sugar
120g almond meal
2 sdM icing sugar, ekstra

Siapkan loyang, olesi mentega tipis-tipis; alasi dengan baking paper. Kocok putih telur hingga soft peak, tambahkan gula dan pewarna, terus kocok hingga gula larut. Pindahkan adonan ke dalam mangkuk yang lebih besar. Masukkan icing sugar dan almond meal, dalam dua bagian. Sendokkan adonan ini ke dalam piping bag dengan spuit 1.5cm polos. Semprotkan ke atas loyang 36 x 4cm bulatan, dengan jarak 2cm. Ketuk-ketukkan loyang di atas meja kerja supaya macarons merata. Taburkan dengan icing sugar, biarkan selama 15 menit.

Panaskan oven dengan suhu 150C/130C fan-forced. Panggang macarons sekitar 20 menit. Biarkan 5 menit, lalu pindahkan ke rak pendingin.

Rekatkan dua keping macarons dengan ganache. Taburkan sedikit icing sugar, jika dikehendaki.


White Chocolate Ganache

100g white eating chocolate, potong-potong kasar
2 sdM thickened cream/heavy cream (krim kental)

Masukkan dan aduk white chocolate dengan krim kental dalam panci di atas api kecil hingga halus. Pindahkan ke mangkuk yang lebih kecil. Tutup, dinginkan di kulkas hingga adonan dapat dioles.

Berdasarkan resep tersebut aku mencoba membuat tugasku, tapi dengan sedikit modifikasi yaitu tidak menggunakan pewarna dan menambahkan sedikit cinnamon ground supaya bau putih telurnya tidak dominan, sehingga resepku adalah sebagai berikut :
 
 

Cinnamon Macarons :

3 putih telur (aku bulatkan 100 gr) - sebaiknya pakai putih telur yang sudah menginap di luar kulkas selama (minimal) 1 hari
2 sdm castor sugar
200 gr icing sugar
1/3 sdt ground cinnamon
100 gr ground almond (aku beli almond bubuk siap pakai)



2 loyang cookies yang disemir margarine lalu di alasi baking paper (harusnya pakai parchment paper supaya tidak lengket tapi aku nggak punya)
1 piping bag
1 spuit dengan ujung bulat polos (punyaku diameter 1cm)

Cara membuat :
 
Buat almond bubuk menjadi butiran halus dengan cara memblendernya bersama icing sugar dan ground cinnamon 
 
 
Saring, kalau perlu sampai beberapa kali diblender dan disaring supaya benar benar halus butirannya. Buang sisa yang sudah tidak bisa halus lagi. Karena butiran yang kasar akan membuat permukaan Macaron tidak mulus.
 
 
 
 
Kocok putih telur sampai soft peak (tidak terlalu kaku)
 
 
 
Masukkan campuran almond, icing sugar dan ground cinnamon, aduk rata. Dari sharing teman teman, pengadukan sebaiknya tidak lebih dari 50kali.
 
Masukkan kedalam piping bag yang telah disiapkan. Semprotkan ke atas loyang. Kemarin aku buat, diameter kurleb 3cm. Sisihkan dan biarkan sampai permukaan macaron kering (kalau dipegang tidak menempel di tangan). Kemarin aku biarkan selama 5 - 6 jam.
 
 
Panggang dalam oven dengan panas 150 derajat celcius selama 15 - 20 menit.
 
 
 
Keluarkan dari oven, biarkan sebentar di atas loyang lalu pindahkan ke atas rak. Macarons dibilang berhasil bila yang mempunyai 'kaki', yaitu rongga di bagian bawah. Karena pada saat di oven, adonan akan terangkat 'mumbul' ke atas sedangkan bagian bawah menempel di dasar sehingga terciptalah kaki kaki ini.
 
 
 
Sementara menunggu dingin, siapkan Ganachenya. Aku membuat ganache dari DCC (dark cooking chocolate) dan kebetulan di kulkas masih ada stock, jadi pakai itu saja. Pada saat melepaskan macarons dari baking paper kemarin agak lengket jadi mengikuti tips dari teman teman, aku oleskan sedikit air dibagian belakang macarons (yang nempel di kertas) dan macarons pun bisa dilepas dengan mudah.  Lalu rekatkan dua keping macarons dengan ganache dan sajikan. 
 
 


Aku lebih suka menikmati macarons ini dalam keadaan dingin, karena rasa manisnya (menurutku) agak berkurang, jadi aku simpan macarons yang sudah jadi di dalam kulkas :). Cinnamon Macarons ini rasanya enak, karena ada bubuk almond dan wangi cinnamon. Kalau digigit, kulit luar terasa 'kres' dan dalamnya chewy.


 
Dan ini tanda lulusnya...:)

 


Terimakasih hosts KBB # 18, Ezi dan Swi, dan tentu saja mbak Arfi dan teman teman member KBB yang telah sharing pengalamannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS