Devil's Food Cake pesanan pak Ribut
Black Forest Cake buat Yulius
Black Forest ini pesanan Fransisca lagi untuk kerabatnya Yulius yang ulang tahun hari ini. Sama dengan pesanan yang dulu, cakenya apa aja yang penting enak :)
Cake ini ukuran 26cm dengan black cherry yang sebagian airnya aku tambahin beberapa bahan dan olah menjadi selai, whipped cream yang banyak, strawberry segar, pagar coklat dan choco curl sebagai hiasan. Resep cakenya pakai resep andalanku yang hasilnya tidak pernah mengecewakan.
Makasih ya, Sis...
Fruity Rich Chocolate Cake buat Dewi
Ini cake pesanan Fransisca Wang yang tinggal di Australia untuk Dewi kakak iparnya di Surabaya yang kebetulan adalah sahabatku sejak kuliah.
Sisca pesannya cake apa saja yang penting enak. Ultah Dewi sebenarnya jatuh pada tanggal 13 January, tapi karena tanggal tersebut aku ada pesanan lain, dengan sangat terpaksa dan atas persetujuan dari Sisca baru tanggal 14 January aku buatkan dan kirim langsung ke rumah Dewi.
Base cakenya Rich Chocolate Cake, dengan ganache. Aku tambahkan buah buahan karena aku tahu Dewi nggak suka yang enegh enegh. Besoknya aku BBM Dewi, tanya dia suka atau enggak. Dewi bilang cakenya enak,nggak enegh, anak anaknya suka, tapi Mamanya tetep lebih suka gado gado.. wakakakaka...pancettt....!!
Anyway, selamat ulang tahun ya, Wi, semoga makin sukses usahanya, makin disayang anak dan suami dan tetap menjadi sahabat yang selalu netral dan positive thinking seperti saat ini..Tuhan memberkati.
Sisca, makasih ordernya ya...Tuhan memberkati kalian sekeluarga di sana.
Devils food cake untuk Alda
Thanks Yuni & Ratih...selamat ulang tahun, Alda, semoga makin sexy :)
Sachertorte & Amris dari Venny Makarowo untuk Nino Hasan...
Surprise Sacher Torte pesanan Fara
Sacher-Torte Iin
Hari Sabtu 22 May 2010 siang dapat telephone dari Iin, teman milis NCC. Minta dibuatkan Sacher Torte, untuk hari hari ini, Senin 24 May dengan pesan dekorasinya yang minimalis banget, cukup tulis 'Happy Birthday Evan' saja.
Memang yang aku tahu, Sacher Torte biasanya hanya cake coklat yang disiram ganache (dibaca : ganas, terbuat dari cream kental + coklat leleh dan butter) dan ditulisin 'Sacher'. Franz Sacher ini adalah nama chef magang berumur 16 tahun dari Austria yang menemukan resep ini pada tahun 1832. Konon katanya, dia minta setiap cake yang dibuat berdasarkan resepnya, dikasih tulisan Sacher trus dibawahnya ada buntutnya gitu....(mungkin) seperti tanda tangannya.
Tapi, maap ya, mas Sacher, tanpa mengurangi rasa hormat kali ini nama sampeyan nggak aku tulis. Lha Iin pesannya dikasih tulisan Happy Birthday Evan, trus kalau kalau masih dikasih tanda tangan sampeyan lak ya aneh to...jadi, nama Sacher aku tulis dijudul postingan blogku ini aja ya :D
Nah, butter cake itu sendiri apa? Butter cake itu cake yang cara membuatnya mentega (butter/margarine) yang dikocok dulu dengan gula trus diberi kuning telur. Di tempat lain, putih telur dikocok dan diberi gula (juga) sampai kaku. Setelah itu dicampurkan kedalam kocokan mentega tadi berselang seling dengan terigu. Trus dioven sampai matang. Rasanya padat dan mengenyangkan.
Hehehe...jadi inget kuis waktu Kopdar NCC kapan hari. Ada pertanyaan, apa beda butter cake dan sponge cake :)
Anyway, terimakasih atas kepercayaan dan ordernya ya, Iin.
Coklat
Basic coklat nie pulak aku baru belajar untuk menambahkan ilmu di dada....Sempat jugak sponsor member untuk majlis perkahwinan dia..."SELAMAT PENGANTIN BARU, DANNY & JIHAN"
The leftover panekuk
Semalam bikin Amris dan fruit pie pesanan teman kantor. Pesannya nanggung. Untuk Amrisnya (pakai resep bu Fatmah Bahalwan), 1 resep kurang, 2 resep kebanyakan. Mau 1½ resep repot membagi jumlah telurnya. Tiba tiba ingat, suamiku sudah lama minta dibuatkan panekuk coklat kegemarannya. Selama ini aku janji mau membuatkan, tapi seringnya lupa. Jadi dia selalu beli di supermarket langganan kami, namun kurang puas karena vlanya hanya sedikit dan kulitnya tipis banget.
Akhirnya aku buat 2 resep kulit Amris, tapi tidak aku beri garam dulu. Setelah didiamkan 1 jam, aku ambil sebagian, aku beri gula halus dan coklat pasta. Sisanya aku beri garam. Aduk rata. Untuk menghindari bau wangi di Amris, aku dadar yang gurih dulu, setelah itu baru yang manis. Amris langsung diisi, panir, simpan di kulkas, karena perlunya baru nanti siang. Sedangkan dadar yang untuk panekuk aku simpan dalam wadah tertutup, tidak perlu masuk kulkas, karena pagi akan diisi.
Tadi pagi waktu bikin vla untuk fruit pie, aku buat lebih. Lalu aku semprotkan ke fruit pie. Sisanya aku beri coklat pasta lalu aku isikan ke kulit panekuk banyak banyak. Hasilnya ? Enaaaakkk… Suami langsung senyum senyum bahagia waktu aku hidangkan panekuk untuk sarapannya. Jadi tadi pagi serumah sarapan panekuk coklat, sebagian dikirimkan ke guru les Cinta biar tambah semangat dan nggak ngantuk waktu mengajar :)
Inti dari cerita adalah, kalau pengen bikin panekuk, nggak usah repot repot cari resep, pakai saja resep Amris tapi garamnya diganti gula halus dan beri pasta apa saja yang kita inginkan. Kulitnya lentur, lembut dan rasanya enak.
** maap kalau photonya kebanyakan ya...habis seneng lihat komposisi warnanya..hihih...narsis ya...**
Brownies a la Bude Bundanya Cinta
Kesempatan itu datang Oktober tahun lalu, waktu Cinta ultah yang kelima. Jauh hari beliau sudah wanti wanti agar aku tidak pesan atau bikin cake sendiri untuk pesta ultahnya yang akan dirayakan di rumah.
Selesai acara, aku mencicipi cake yang lebih, ternyata rasanya memang enak banget, lembab dan nggak seret. Aku bawa sebagian ke kantor, teman teman juga bilang enak, manisnya pas dan rasa coklatnya mantap. Cinta juga suka banget. Bahkan sampai remah remah terakhir dia masih mau.
Nah, tahun ini, untuk acara ultah Cinta, Bunda tanya apa mau dibuatin brownies kukus lagi buat cake ultahnya. Aku bilang kalau tahun ini, cakenya perlu banyak, karena untuk goodie bag. Kalau semua dibuatin di Probolinggo, pasti harus dibuat hari Sabtu. Karena hari Minggu mereka sekeluarga mau berangkat pagi.Aku kurang setuju, kuatir kalau dibuatnya terlalu lama sebelum hari H, cakenya akan rusak. Akhirnya sepakat dibuat di Surabaya hari Minggu pagi, dan supaya cepat beliau juga akan bawa peralatan dan klakatnya. Akhirnya, Minggu kemarin dengan menggunakan 2 klakat, 2 mixer dan serba dua lainnya, kami membuat 9 loyang brownies kukus. Dan aku senang sekali karena selain sangat terbantu dengan kehadiran beliau, juga bisa menimba ilmu browniesnya. Daaannnn…..resepnya aku share di sini.
Brownies Kukus a la Bude Bunda :
Bahan :
7 butir telur utuh
400 gr gula castor
300 gr terigu ukuran sedang (dikurangi 2 sdm)
2 sdm maizena
2 sdm coklat bubuk Black forest (kalau pakai ini, browniesnya akan hitam sekali)
2 sdm susu bubuk
1 sdm emulsifier
½ sdt VX 2%
½ sdt vanili bubuk
250 gr margarine
150 gr DCC
3 sdm susu kental manis
- Panaskan klakat
- Siapkan Loyang ukuran 30x30x5cm, oles margarine di bagian bawah saja, alasi kertas roti, oles margarine sekali lagi. Sisihkan.
- Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, maizena, sisihkan
- Lelehkan margarine, masukkan potongan DCC, aduk sampai DCC leleh. Tambahkan 3 sdm susu kental manis, aduk rata, sisihkan
- Kocok telur dan gula sampai berbusa, masukkan emulsifier, VX dan vanili, kocok sampai kental
- Masukkan campuran terigu, aduk balik sampai rata
- Masukkan campuran margarine, aduk sampai rata (bisa juga menggunakan mixer speed rendah )
- Tuang diatas loyang
- Kukus selama 45 – 50 menit dengan api sedang. Angkat.
- Panas panas balikkan keatas rak, buka kertasnya, biarkan dingin
- Potong dan hias sesuai selera setelah cake benar benar dingin.
Bunda punya cara yang agak 'aneh' untuk membagi cake besar menjadi potongan yang seukuran. Beliau mengukur cake dengan kertas koran (seharusnya pakai kertas roti ya? hehehe....next time better deh). Kemudian kertas itu dilipat menjadi 3, lalu dipakai untuk menentukan tempat potongnya.
Kalau membuat cake kukus, jangan sekali kali sampai ketetesan air dari tutup dandang, karena hasilnya akan sangat mengerikan seperti mata monster gini :D
Sekali lagi Keluarga Cinta mengucapkan terimakasih pada Bunda, yang tanpa beliau acara bikin goodie bag kemarin jadi cerita horor :)
Burried Alive Black Forest :)
Semoga keluarga Ismu dan besannya berkenan dan semoga persaudaraan di antara kalian berdua makin erat dan semoga segera diberi kepercayaan dari Tuhan untuk menimang cucu. Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H.
Fruit pie & praline buat Lentera Anak Angin
Lentera Anak Angin adalah keponakan suamiku yang merupakan sepupu tersayang buat Cinta. Hari Minggu 12 Juli 2009 kemarin, Anggi, panggilannya, dikhitan. Keluarganya mengadakan selamatan di Probolinggo. Tamu yang datang diberi makan sate dan gule kambing dan dibawain goodie bag berisi snack. Untuk acara ini aku menyumbang fruit pie dan praline.
Bikin kulit pienya nyicil, mulai minggu lalu, simpan di chiller. Dibawa Sabtu sore ke Probolinggo belum dihias. Minggu pagi mulai melapisi coklat. Siangnya mulai diberi vla dan fresh fruits. Vla dan fresh fruit tidak boleh dimasukkan terlalu lama sebelum dikonsumsi supaya kulitnya nggak basah. Kecuali kalau disimpan di kulkas setelahnya. Pie yang sudah dihias nggak sempat aku photo karena Ibu Ibu yang memasukkan snack ke goodie bag kerjanya cepet banget, pie jadi langsung masuk kotak, aku jadi sungkan mau nyempatin photo photo... :. Pokoknya buahnya strawberry utuh, masih sedaun daunnya, kiwi dan peach, tambah coklat yang aku cetak berbentuk mlungker mlungker.
Bikin pralinenya juga nyicil mulai minggu lalu, tapi nggak disimpan di kulkas, cukup di ruang ber AC aja, karena takut keringatanPralinenya ada yang aku isi selai, kismis dan trimits. Aku pakai beberapa warna jadi tidak kelihatan membosankan.
Anak anak kecil yang datang seneng banget dapat praline...ya iyalah, orang dewasa aja (yang coklat mania) seneng, apalagi anak anak... :) . Tapi kalau aku, aku hanya senang membuat dan melihat, nggak seneng maemnya...Aku kurang suka coklat, kecuali Silver Queen, itu juga yang almond, coklatnya dikit, kacangnya yang banyak :)
100 praline & 100 brownies cup untuk 100 harinya dik Vita
Hari Minggu 7 Juni 2009, aku buat 100 kotak praline dan 100 brownies cup pesanan Om No, untuk peringatan 100 hari meninggalnya dik Vita, sepupu suamiku yang meninggal di Mataram pada saat proses melahirkan puteri pertamanya.
Adat di Jawa Timur, untuk acara peringatan 40 hari, 100 hari, 1000 hari orang meninggal, keluarganya mengadakan doa bersama dan para undangan yang datang diberi makan dan pulangnya masih dibawain bontotan yang berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya dan berbagai jenis kue. Om No sengaja pesan di aku, karena kalau di desanya adanya hanya kue kue tradisional, katanya pengen kue yang bernafaskan 'kota'..heheh...ada ada aja istilahnya.
Aku pengen banget bikinin fruit pie, tapi sayangnya Om No harus berangkat hari Senin pagi sedangkan acaranya baru Selasa sore. Sudah jelas basi kalau fruit pie. Pilihannya hanya brownies, karena kue ini bertahan lama tanpa kulkas.
Browniesnya aku buat dengan memakai resep kiriman Vivi Liong. Kacangnya aku pakai almond slice. Tapi aku nggak pakai couverture chocolatenya, karena nyari di TBK nggak ada.
Bedanya sama Vivi adalah, dia pakai paper cup kecil, kalau aku pakai paper cup besar ini, isinya hampir 2x lipatnya. Sengaja aku buat besar biar lebih 'kelihatan'. Trus dibungkus pakai plastik OPP dan diikat ujungnya dengan kawat berwarna.
Selain brownies cup aku juga buatkan 100 kotak kecil praline, masing masing berisi 5 biji. Coklatnya pakai coklat Collata, yang warna hijau, coklat, putih, kuning dan pink. Yang ukurannya besar aku isi dengan selai blueberry, kismis, dan cherry potongan, yang ukurannya kecil, mainly coklat.Kotak mikanya dapat beli di toko 8 Pucang. Pas banget untuk 5 biji Praline.
Waktu nganter aku pesenin ke Om No, bahwa kuenya ini namanya Brownies, jenis kue bantat tapi enak banget, jadi nanti kalau ada yang complaint Om No bisa menerangkan. Maklum, nantinya brownies dan praline ini akan dibagikan kepada warga di Njorongan, Probolinggo yang (maaf) agak agak kurang update dalam hal perkuean.
Project ini adalah project pro bono alias free of charge. Sebenarnya Om No insisted untuk bayar, tapi aku tidak mau. Selama ini dik Vita dan Om No sekeluarga sudah sangat berjasa bagi kami, apalah artinya sedikit sumbangan kami ini dibandingkan kebaikan hati mereka.
Bunch of Chocolate for my beloved Chocolate Monsters
Ceritanya Sabtu 9 May 2009 kemarin aku ajak Cinta ke satu TBK yang juga jualan kue. Di sana Cinta pengen beli 1 whole kecil cake yang ada lapisan chocolatenya, mirip mirip black forest gitu. Tapi aku nggak setuju, karena aku lihat ini toko sepi, pasti cake cakenya juga nggak laku laku amat, bisa jadi cakenya sudah lama dan sudah tidak layak makan lagi. Tapi si Genduk Cilik ngotot pengen beli. Sama mbak Sus dikasih tau, mendingan beli black forest di Giant yang sudah ketahuan enaknya. Salahnya mbak Sus ngomongnya di depan si mbak penjaga toko yang langsung nyolot dan melotot, katanya 'Ya pasti enakan cake yang di sini daripada di Giant !!'. Ya ampun....biasa aja po'o kalau bicara...di depan anak kecil, lagi.
SPONGE CAKE
8 butir Telur
200 gram Gula kastor (aku kurangin jadi 175 gr saja)
225 gram Tepung terigu (aku pakai Segitiga)
1 sdm Emulsifier (aku pakai SP)
100 gram mentega dilelehkan + sejumput garam
2 sdm coklat pasta
Pelapis :
250 gr DCC lelehkan
100 gr DCC serut untuk hiasan
Cara Membuat:
Masukkan terigu, aduk rataTuangkan mentega cair, aduk balik hingga rata.
Tuang ke dalam loyang.
Oven hingga matang pada suhu 180 °C, +/-45 menit.
Textured Chocolate Sheet - Arabesque
Ini lho yang namanya cetakan cokelat dengan motif Arabesque...
Aku dapat nitip temen milis NCC, Devi Susanti harganya Rp 40,000 per sheet. Pakainya, coklat dilelehkan trus dituang ke atas cetakan, dirapikan dengan scrapper. Kalau coklat sudah beku, dikletek trus dipotong potong buat decorating cake. Lembarannya ukuran 25cm x 35cm. Bisa dibuat untuk 2 warna coklat. Konon, (karena aku sendiri belum pernah pakai) bisa dipakai berulang kali asal treatmentnya benar.






























