Showing posts with label Coklat. Show all posts
Showing posts with label Coklat. Show all posts

Devil's Food Cake pesanan pak Ribut


Ini pesanan pak Ribut untuk ultah putrinya, Febri untuk tanggal 12 Februari 2011 kemarin. Sebenarnya ultah Febri jatuh pada minggu sebelumnya, namun karena aku sedang tidak available, maka baru dipesankan hari itu.

Cakenya Devil's Food 25 telur, dengan Ganache dan Peach.

Selamat ulang tahun, ya Feb, semoga dengan bertambahnya usia, Febri makin dewasa dalam segalanya, dan menjadi kebanggaan Mama, Ayah dan mbak.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Black Forest Cake buat Yulius

Black Forest Yulius

Black Forest ini pesanan Fransisca lagi untuk kerabatnya Yulius yang ulang tahun hari ini. Sama dengan pesanan yang dulu, cakenya apa aja yang penting enak :)

Cake ini ukuran 26cm dengan black cherry yang sebagian airnya aku tambahin beberapa bahan dan olah menjadi selai, whipped cream yang banyak, strawberry segar, pagar coklat dan choco curl sebagai hiasan. Resep cakenya pakai resep andalanku yang hasilnya tidak pernah mengecewakan.

Black Forest Yulius

Makasih ya, Sis...

Black Forest Yulius

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fruity Rich Chocolate Cake buat Dewi

Fruity Rich Chocolate Cake Dewi

Ini cake pesanan Fransisca Wang yang tinggal di Australia untuk Dewi kakak iparnya di Surabaya yang kebetulan adalah sahabatku sejak kuliah.

Sisca pesannya cake apa saja yang penting enak. Ultah Dewi sebenarnya jatuh pada tanggal 13 January, tapi karena tanggal tersebut aku ada pesanan lain, dengan sangat terpaksa dan atas persetujuan dari Sisca baru tanggal 14 January aku buatkan dan kirim langsung ke rumah Dewi.

Base cakenya Rich Chocolate Cake, dengan ganache. Aku tambahkan buah buahan karena aku tahu Dewi nggak suka yang enegh enegh. Besoknya aku BBM Dewi, tanya dia suka atau enggak. Dewi bilang cakenya enak,nggak enegh, anak anaknya suka, tapi Mamanya tetep lebih suka gado gado.. wakakakaka...pancettt....!!

Anyway, selamat ulang tahun ya, Wi, semoga makin sukses usahanya, makin disayang anak dan suami dan tetap menjadi sahabat yang selalu netral dan positive thinking seperti saat ini..Tuhan memberkati.

Sisca, makasih ordernya ya...Tuhan memberkati kalian sekeluarga di sana.

Fruity Rich Chocolate Cake Dewi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Devils food cake untuk Alda



Dipesan oleh Yuni dan Ratih untuk ultah Alda, atasannya yang berulang tahun hari ini.

Mintanya cake apa saja asal ada ediblenya. Karena Alda ini "ngerti" makanan yang enak enak, aku hati hati milihin cakenya. Aku buatkan Devils Food cake resep NCC. Setelah dipotong dan dibagi bagi, Yuni lapor, katanya 'cakenya dipuji sama atasannya Alda,katanya rasanya enak banget..'. 
Aku tanya 'lha kamu sudah ngicipin belon?'
'Sudah'
'Enak gak?' 
'Uenakkkk !'
Hehehe..yo wis pasti, kuning telornya aja 25 !.

Semalam aku sempat ngambil 2 cup kecil adonan untuk Cinta, dan setelah matang, aku cuma diberi sesendok kecil oleh anakku itu, karena dia suka banget. Cakenya lembut dan moist banget, coklatnya juga  kenceng, tapi nggak bikin enegh karena pakai Dark Chocolate. Anyway, Devils Food Cakenya NCC ini favoritku waktu ikut kursus International Cake pada bu Fat beberapa waktu yang lalu. Cuma habis itu bingung,sisa putih telornya mau diapain...

Untuk kali ini aku buat 2 lapis ukuran 24cm, ditengahnya aku beri campuran selai. Cover dengan ganache...di ujung ujung aku beri coklat bentuk hati kecil kecil.





Thanks Yuni & Ratih...selamat ulang tahun, Alda, semoga makin sexy :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sachertorte & Amris dari Venny Makarowo untuk Nino Hasan...




Mau lapor hasil kerja dulu....

Ini Sachertorte dan Amris pesanan Venny Makarowo, teman FBku, sebagai hadiah ultah kejutan untuk sahabatnya Nino di Surabaya. Nino berulang tahun pada tanggal 11 Juni 2010 ini. Venny minta cakenya yang agak besar karena ultah Nino kali ini mau dirayakan special. Pengirimnya dari Non, Nen dan Oky.

Sebenarnya Venny minta diantar tanggal 11 Juni pagi, tapi sayang kalau pagi kurirku nggak bisa. Jadi atas persetujuan Venny, cake dan Amrisnya diantar semalam.

Sachernya aku buatkan  berbentuk hati ukuran 30cm.



Filling ganache dan apricot, olesan pinggir cake pakai apricot juga...lalu siram dengan ganache, decor dengan DCC.




Bagian samping aku beri daun daun kecil dari DCC juga..




Sebelum dikirim aku tambahkan daun daun kecil di atas cakenya biar lebih merah, tapi sayang motret yang ini hanya pakai kamera HP jadi kurang jelas....



Sedangkan Amrisnya....seperti biasa, berisi smoked beef, telur, keju dam mayonese lengkap dengan saus sambal sachet supaya waktu makan nggak repot nyari sambal :)



Update dari Venny, anak anak Nino sangat suka pada kuenya. Syukur kepada Allah....:)

Selamat ulang tahun Nino, terimakasih Venny, semoga persahabatan kalian makin erat.


**siap siap, ntar malam mau bikin sachertorte bentuk hati lagi khusus untuk Cinta, karena kemarin dia protes kok nggak sekalian dibuatin...dan hiasanya kudu persis sama dengan pesanan tante Venny... haiyaaaahhhh..... anakkuuu... :D**

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Surprise Sacher Torte pesanan Fara



Ini cake pesanan Fara, Jakarta via sms  untuk dikirimkan sebagai kejutan kepada Dian , sepupunya di Surabaya yang akan menyelenggarakan acara lamaran pagi hari tanggal 5 Juni 2010 kemarin.

Fara mintanya cake yang : coklat 24cm, 2 layer, filling ganache, atas disiram ganache, pinggirnya diberi pagar coklat, dikasih pita, ndak pakai rhum. Minta complement piring dan pisau plastik supaya tidak merepotkan yang punya acara.  Hehehe...kalau dilihat dari cara men-describe ordernya yang mendetail, pasti Fara  bukan orang awam di dunia perbakingan nih.. :)

Jadilah aku buatkan Sacher Torte, filling ganache, sebelum disiram dengan ganache aku oleskan keliling cake dengan selai apricot cair juga, supaya tambah yummy, dihias dengan DCC, pagar DCC. Simpan di kulkas sampai waktu pengiriman.




Kurir yang biasa aku pakai, tidak bisa mengantar hari itu karena sedang pulang kampung, jadi aku antar sendiri sekalian mau potret Dian waktu terima cake, seperti permintaan Fara semula.

Nggak sulit mencari rumah Dian, karena di depannya kelihatan orang sibuk memasang tenda untuk pesiapan acara. Dan kebetulan Dian sendiri yang menerima aku. Tak lama sang ibu keluar, dan beliau sangat surprise dan terharu mengetahui bahwa keluarganya yang di Jakarta begitu perhatian dan mau repot repot memesankan cake. Sebelum pulang, aku minta ijin Dian dan ibunya untuk potret...dan inilah hasilnya :



Selamat buat Dian dan Umar, semoga menjadi pasangan abadi. Terimakasih buat Fara atas kepercayaannya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sacher-Torte Iin


Hari Sabtu 22 May 2010 siang dapat telephone dari Iin, teman milis NCC. Minta dibuatkan Sacher Torte, untuk hari hari ini, Senin 24 May dengan pesan dekorasinya yang minimalis banget, cukup tulis 'Happy Birthday Evan' saja.

Memang yang aku tahu, Sacher Torte biasanya hanya cake coklat yang disiram ganache (dibaca : ganas, terbuat dari cream kental + coklat leleh dan butter) dan ditulisin 'Sacher'. Franz Sacher ini adalah nama chef magang berumur 16 tahun dari Austria yang menemukan resep ini pada tahun 1832. Konon katanya, dia minta setiap cake yang dibuat berdasarkan resepnya, dikasih tulisan Sacher trus dibawahnya ada buntutnya gitu....(mungkin) seperti tanda tangannya.

Tapi, maap ya, mas Sacher, tanpa mengurangi rasa hormat kali ini nama sampeyan nggak aku tulis. Lha Iin pesannya dikasih tulisan Happy Birthday Evan, trus kalau kalau masih dikasih tanda tangan sampeyan lak ya aneh to...jadi, nama Sacher aku tulis dijudul postingan blogku ini aja ya :D


Cake dan hiasannya semua dari coklat, termasuk coklat putih untuk coklat kruwelnya.... Berhubung nilai menulis indahku masih di bawah rata rata, maka semua tulisan aku buat dengan menggunakan cetakan coklat, bukan tulisan tangan :)


 

Oiya, buat yang belum tahu Sacher Torte ini seperti apa, aku coba terangkan sebisaku ya. Sacher Torte ini adalah cake dengan dasar resep butter cake, diberi coklat leleh (ada juga yang menggunakan campuran coklat bubuk) yang setelah matang dibelah tengahnya diberi selai aprikot yang rasanya manis manis asem, lalu disiram ganache tadi. Ganachenya sebaiknya dibuat dari whipped cream yang tidak manis. Sacher Torte harus disimpan di dalam kulkas, karena dia dilapisi (lagi lagi) ganache. Kalau tidak disimpan di dalam kulkas jadi lembek.

Nah, butter cake itu sendiri apa? Butter cake itu cake yang cara membuatnya mentega (butter/margarine) yang dikocok dulu dengan gula trus diberi kuning telur. Di tempat lain, putih telur dikocok dan diberi gula (juga) sampai kaku. Setelah itu dicampurkan kedalam kocokan mentega tadi berselang seling dengan terigu. Trus dioven sampai matang. Rasanya padat dan mengenyangkan.

Hehehe...jadi inget kuis waktu Kopdar NCC kapan hari. Ada pertanyaan, apa beda butter cake dan sponge cake :)

Anyway, terimakasih atas kepercayaan dan ordernya ya, Iin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Coklat


Basic coklat nie pulak aku baru belajar untuk menambahkan ilmu di dada....Sempat jugak sponsor member untuk majlis perkahwinan dia..."SELAMAT PENGANTIN BARU, DANNY & JIHAN"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The leftover panekuk





Semalam bikin Amris dan fruit pie pesanan teman kantor. Pesannya nanggung. Untuk Amrisnya (pakai resep bu Fatmah Bahalwan), 1 resep kurang, 2 resep kebanyakan. Mau 1½ resep repot membagi jumlah telurnya. Tiba tiba ingat, suamiku sudah lama minta dibuatkan panekuk coklat kegemarannya. Selama ini aku  janji mau membuatkan, tapi seringnya lupa. Jadi dia selalu beli di supermarket langganan kami, namun kurang puas karena vlanya hanya sedikit dan kulitnya tipis banget.





Akhirnya aku buat 2 resep kulit Amris, tapi tidak aku beri garam dulu. Setelah didiamkan 1 jam, aku ambil sebagian, aku beri gula halus dan coklat pasta. Sisanya aku beri garam. Aduk rata. Untuk menghindari bau wangi di Amris, aku dadar yang gurih dulu, setelah itu baru yang manis. Amris langsung diisi, panir, simpan di kulkas, karena perlunya baru nanti siang. Sedangkan dadar yang untuk panekuk aku simpan dalam wadah tertutup, tidak perlu masuk kulkas, karena pagi akan diisi.





Tadi pagi waktu bikin vla untuk fruit pie, aku buat lebih. Lalu aku semprotkan ke fruit pie. Sisanya aku beri coklat pasta lalu aku isikan ke kulit panekuk banyak banyak. Hasilnya ? Enaaaakkk… Suami langsung senyum senyum bahagia waktu aku hidangkan panekuk untuk sarapannya. Jadi tadi pagi serumah sarapan panekuk coklat, sebagian dikirimkan ke guru les Cinta biar tambah semangat dan nggak ngantuk waktu mengajar :)


 
 
Inti dari cerita adalah, kalau pengen bikin panekuk, nggak usah repot repot cari resep, pakai saja resep Amris tapi garamnya diganti gula halus dan beri pasta apa saja yang kita inginkan. Kulitnya lentur, lembut dan rasanya enak.

** maap kalau photonya kebanyakan ya...habis seneng lihat komposisi warnanya..hihih...narsis ya...**

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Brownies a la Bude Bundanya Cinta




Bude Bunda adalah kakak iparku yang tinggal di Probolinggo. Beliau adalah karyawati perusahaan BUMN di sana, tetapi punya hobby bikin kue dan menerima pesanan dari teman dan tetangganya. Peralatan yang beliau pakai di dapur sederhana saja tapi hasil cake buatannya terutama browniesnya, enaaaaaaaaak banget..dan proses persiapan sampai selesai dilakukan sendiri dengan cepat dan praktis.




Suatu hari waktu kami berlibur ke Probollinggo Bunda sedang membuat pesanan brownies untuk teman sekantornya. Setelah jadi, dibuat bertumpuk dan didekor dengan butter cream. Cinta pikir itu kue buat dia, jadi selama Bundanya bikin cake, dia duduk manis nungguin di dapur. Waktu aku masuk ke dapur, Cinta langsung lapor dengan sumringah :’Niek dibuatin cake sama Bunda, Mam. Aku bilang bukan, itu pesanan teman Bunda. Seketika wajah Cinta muram dan bisik bisik ke aku, katanya ‘Kenapa kok Niek nggak dibikinin kue, padahal kan Bunda sering cium cium Niek ya’. Aku ngakak, tapi Bundanya took it seriously dan merasa bersalah. Apalagi waktu suaminya yang juga sayang banget sama Cinta (karena mereka tidak punya anak cewek) ikutan negur ‘Lha kenapa loh, tadi kok Cinta nggak dibikinin sekalian, kan tinggal nambah bahan aja’. Bunda terus merasa menyesal. Mau dibuatin lagi, tapi tidak keburu karena kami sudah harus kembali ke Surabaya. Beliau janji, suatu saat pasti akan membuatkan cake khusus untuk Cinta.

Kesempatan itu datang Oktober tahun lalu, waktu Cinta ultah yang kelima. Jauh hari beliau sudah wanti wanti agar aku tidak pesan atau bikin cake sendiri untuk pesta ultahnya yang akan dirayakan di rumah.





Ternyata benar, dari rumah beliau membuatkan 2 loyang brownies kukus yang kemudian di rumahku baru dihias dengan buttercream dan edible image bergambar Cinta. Kenapa dibuatkan sampai 2 cake, karena aku paling tidak suka cake ultah anak yang tidak dibagikan kepada teman temannya... hehe...this is so subjective reason. Rasanya nggak tega lihat teman temannya hanya bisa menatap cake ultah tanpa mencicipi. Karena itu setelah acara tiup lilin, dua cake itu kami potong potong sejumlah tamu yang hadir, dimasukkan plastik mika dan diberikan kepada semua yang hadir. Walaupun hanya dapat sedikit sedikit, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali kan.

Selesai acara, aku mencicipi cake yang lebih, ternyata rasanya memang enak banget, lembab dan nggak seret. Aku bawa sebagian ke kantor, teman teman juga bilang enak, manisnya pas dan rasa coklatnya mantap. Cinta juga suka banget. Bahkan sampai remah remah terakhir dia masih mau.




Aku sempat minta resepnya, dan beliau kirim via sms. Tapi karena kecerobohanku, resep itu hilang. Tanya lagi, hilang lagi. Akhirnya aku jadi sungkan. Aku pikir suatu saat kalau pas ke Probolinggo aku mau belajar saja langsung.

Nah, tahun ini, untuk acara ultah Cinta, Bunda tanya apa mau dibuatin brownies kukus lagi buat cake ultahnya. Aku bilang kalau tahun ini, cakenya perlu banyak, karena untuk goodie bag. Kalau semua dibuatin di Probolinggo, pasti harus dibuat hari Sabtu. Karena hari Minggu mereka sekeluarga mau berangkat pagi.Aku kurang setuju, kuatir kalau dibuatnya terlalu lama sebelum hari H, cakenya akan rusak. Akhirnya sepakat dibuat di Surabaya hari Minggu pagi, dan supaya cepat beliau juga akan bawa peralatan dan klakatnya. Akhirnya, Minggu kemarin dengan menggunakan 2 klakat, 2 mixer dan serba dua lainnya, kami membuat 9 loyang brownies kukus. Dan aku senang sekali karena selain sangat terbantu dengan kehadiran beliau, juga bisa menimba ilmu browniesnya. Daaannnn…..resepnya aku share di sini.

Brownies Kukus a la Bude Bunda :

Bahan :

7 butir telur utuh
400 gr gula castor
300 gr terigu ukuran sedang (dikurangi 2 sdm)
2 sdm maizena
2 sdm coklat bubuk Black forest (kalau pakai ini, browniesnya akan hitam sekali)
2 sdm susu bubuk
1 sdm emulsifier
½ sdt VX 2%
½ sdt vanili bubuk
250 gr margarine
150 gr DCC
3 sdm susu kental manis


Cara membuat :
  1. Panaskan klakat
  2. Siapkan Loyang ukuran 30x30x5cm, oles margarine di bagian bawah saja, alasi kertas roti, oles margarine sekali lagi. Sisihkan.
  3. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, maizena, sisihkan
  4. Lelehkan margarine, masukkan potongan DCC, aduk sampai DCC leleh. Tambahkan 3 sdm susu kental manis, aduk rata, sisihkan
  5. Kocok telur dan gula sampai berbusa, masukkan emulsifier, VX dan vanili, kocok sampai kental
  6. Masukkan campuran terigu, aduk balik sampai rata
  7. Masukkan campuran margarine, aduk sampai rata (bisa juga menggunakan mixer speed rendah )
  8. Tuang diatas loyang
  9. Kukus selama 45 – 50 menit dengan api sedang. Angkat.
  10. Panas panas balikkan keatas rak, buka kertasnya, biarkan dingin
  11. Potong dan hias sesuai selera setelah cake benar benar dingin.



Bunda punya cara yang agak 'aneh' untuk membagi cake besar menjadi potongan yang seukuran. Beliau mengukur cake dengan kertas koran (seharusnya pakai kertas roti ya? hehehe....next time better deh). Kemudian kertas itu dilipat menjadi 3, lalu dipakai untuk menentukan tempat potongnya.




brownies bude bunda setelah dipotong (tadinya buat rok Barbie :D)



Kalau membuat cake kukus, jangan sekali kali sampai ketetesan air dari tutup dandang, karena hasilnya akan sangat mengerikan seperti mata monster gini :D




Sekali lagi Keluarga Cinta mengucapkan terimakasih pada Bunda, yang tanpa beliau acara bikin goodie bag kemarin jadi cerita horor :)




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Burried Alive Black Forest :)





Order hari ini datang dari keluarga Ismu yang akan dikirimkan kepada besannya. Minta base cakenya Black Forest tapi decorationnya mau yang simple saja.



Awalnya aku mau kasih canned peach untuk decornya, tapi kemarin sore nyari di Super Indo dan Giant lagi kosong semua. Jeruk kaleng juga kosong. Bahkan strawberry yang biasanya banyak juga nggak ada. Hiiiihhh....sebel banget belanja di Super Market hari hari ini. Rame banget, mau bayar di cashier aja ngantri lama, sampe pusing kepalaku. Mana barang barang banyak yang kosong dan semrawut. Mana cashier hanya beberapa saja yang dibuka. Harusnya diantisipasi dong, mau Lebaran, stocknya diperbanyak, cashiernya dibuka semua, ACnya dimaksimalkan, biar yang belanja nggak kepanasan :(

Base cakenya pakai punya Primarasa, 3 susun, tiap lapis setelah dibasahi dengan air dark Cherry, rhum BF dan Kirsch, aku beri dark Cherry dan whipped cream. Decornya hanya WCC, DCC dan cherry hijau. Sengaja nggak aku beri cherry merah karena selain menyesuaikan dengan warna baju figurine juga supaya tidak berkesan 'yongen' :)

Nah, kenapa aku beri nama Burried Alive Black Forest, itu karena figurine yang aku pakai, sepasang pria dan wanita yang sedang mengatupkan tangan menghaturkan selamat ini, aku tanam di dalam cakenya. Tanam dalam arti sesungguhnya. Aslinya figurine itu kelihatan bagian bawah sarung dan selop/sandalnya. Karena agak berat, dia tidak bisa berdiri tanpa diganjal. Selain itu kalau diberdirikan apa adanya, tutup box tidak bisa ditutup rapat, alias figurinenya ketinggian dan boxnya kerendahan :). Jadi solusinya, bagian atas cake aku beri lubang cukup untuk memasukkan kaki2 mereka, kemudian diberi serakan WCC parut. Jadi hasilnya seperti dua orang yang dikubur hidup hidup..heheh.. Di depan mereka nanti akan dipasang ucapan selamat hari raya dari keluarga Ismu.

Nah, karena buatnya 1 resep pas, dan baru pertama kali pakai resep ini, aku tidak tahu rasa cakenya. Maka dua cuil cake kecil tadi aku cicipin, eh, ternyata wuenaaak banget sponge cakenya. Memang resep resep Primarasa selalu bisa diandalkan.





Semoga keluarga Ismu dan besannya berkenan dan semoga persaudaraan di antara kalian berdua makin erat dan semoga segera diberi kepercayaan dari Tuhan untuk menimang cucu. Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fruit pie & praline buat Lentera Anak Angin

Lentera Anak Angin adalah keponakan suamiku yang merupakan sepupu tersayang buat Cinta. Hari Minggu 12 Juli 2009 kemarin, Anggi, panggilannya, dikhitan. Keluarganya mengadakan selamatan di Probolinggo. Tamu yang datang diberi makan sate dan gule kambing dan dibawain goodie bag berisi snack. Untuk acara ini aku menyumbang fruit pie dan praline.


Bikin kulit pienya nyicil, mulai minggu lalu, simpan di chiller. Dibawa Sabtu sore ke Probolinggo belum dihias. Minggu pagi mulai melapisi coklat. Siangnya mulai diberi vla dan fresh fruits. Vla dan fresh fruit tidak boleh dimasukkan terlalu lama sebelum dikonsumsi supaya kulitnya nggak basah. Kecuali kalau disimpan di kulkas setelahnya. Pie yang sudah dihias nggak sempat aku photo karena Ibu Ibu yang memasukkan snack ke goodie bag kerjanya cepet banget, pie jadi langsung masuk kotak, aku jadi sungkan mau nyempatin photo photo... :. Pokoknya buahnya strawberry utuh, masih sedaun daunnya, kiwi dan peach, tambah coklat yang aku cetak berbentuk mlungker mlungker.






Bikin pralinenya juga nyicil mulai minggu lalu, tapi nggak disimpan di kulkas, cukup di ruang ber AC aja, karena takut keringatanPralinenya ada yang aku isi selai, kismis dan trimits. Aku pakai beberapa warna jadi tidak kelihatan membosankan.

Anak anak kecil yang datang seneng banget dapat praline...ya iyalah, orang dewasa aja (yang coklat mania) seneng, apalagi anak anak... :) . Tapi kalau aku, aku hanya senang membuat dan melihat, nggak seneng maemnya...Aku kurang suka coklat, kecuali Silver Queen, itu juga yang almond, coklatnya dikit, kacangnya yang banyak :)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

100 praline & 100 brownies cup untuk 100 harinya dik Vita



Hari Minggu 7 Juni 2009, aku buat 100 kotak praline dan 100 brownies cup pesanan Om No, untuk peringatan 100 hari meninggalnya dik Vita, sepupu suamiku yang meninggal di Mataram pada saat proses melahirkan puteri pertamanya.

Adat di Jawa Timur, untuk acara peringatan 40 hari, 100 hari, 1000 hari orang meninggal, keluarganya mengadakan doa bersama dan para undangan yang datang diberi makan dan pulangnya masih dibawain bontotan yang berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya dan berbagai jenis kue. Om No sengaja pesan di aku, karena kalau di desanya adanya hanya kue kue tradisional, katanya pengen kue yang bernafaskan 'kota'..heheh...ada ada aja istilahnya.


Aku pengen banget bikinin fruit pie, tapi sayangnya Om No harus berangkat hari Senin pagi sedangkan acaranya baru Selasa sore. Sudah jelas basi kalau fruit pie. Pilihannya hanya brownies, karena kue ini bertahan lama tanpa kulkas.


Browniesnya aku buat dengan memakai resep kiriman Vivi Liong. Kacangnya aku pakai almond slice. Tapi aku nggak pakai couverture chocolatenya, karena nyari di TBK nggak ada.


Bedanya sama Vivi adalah, dia pakai paper cup kecil, kalau aku pakai paper cup besar ini, isinya hampir 2x lipatnya. Sengaja aku buat besar biar lebih 'kelihatan'. Trus dibungkus pakai plastik OPP dan diikat ujungnya dengan kawat berwarna.

Selama aku membuat brownies ini, Pok dan Cinta nungguin terus. Dari 4 kali baking (@ 3x resep), mereka minta jatah masing masing 1 cup untuk setiap batchnya. Panas panas kemepul dari oven, langsung disentor bentar pakai fan trus dimaem :). Waktu diberi brownies yang sudah dingin mereka langsung menolak, karena katanya jauh lebih enak yang panas..



Selain brownies cup aku juga buatkan 100 kotak kecil praline, masing masing berisi 5 biji. Coklatnya pakai coklat Collata, yang warna hijau, coklat, putih, kuning dan pink. Yang ukurannya besar aku isi dengan selai blueberry, kismis, dan cherry potongan, yang ukurannya kecil, mainly coklat.Kotak mikanya dapat beli di toko 8 Pucang. Pas banget untuk 5 biji Praline.




Waktu nganter aku pesenin ke Om No, bahwa kuenya ini namanya Brownies, jenis kue bantat tapi enak banget, jadi nanti kalau ada yang complaint Om No bisa menerangkan. Maklum, nantinya brownies dan praline ini akan dibagikan kepada warga di Njorongan, Probolinggo yang (maaf) agak agak kurang update dalam hal perkuean.


Project ini adalah project pro bono alias free of charge. Sebenarnya Om No insisted untuk bayar, tapi aku tidak mau. Selama ini dik Vita dan Om No sekeluarga sudah sangat berjasa bagi kami, apalah artinya sedikit sumbangan kami ini dibandingkan kebaikan hati mereka.

Semoga almarhum dik Vita dan puteri yang belum sempat terlahir di dunia ini bahagia di alam sana, berkumpul dengan Eyang Munil, mama dik Vita yang telah duluan dipanggil Tuhan.

Vivi, thanks untuk sharing resepnya.. as Onny said, you are really a culinary encyclopedia :).
Kalau ada yang pengen resep Browniesnya, minta sama Vivi ya...rasanya bener bener enak deh... :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bunch of Chocolate for my beloved Chocolate Monsters



Ceritanya Sabtu 9 May 2009 kemarin aku ajak Cinta ke satu TBK yang juga jualan kue. Di sana Cinta pengen beli 1 whole kecil cake yang ada lapisan chocolatenya, mirip mirip black forest gitu. Tapi aku nggak setuju, karena aku lihat ini toko sepi, pasti cake cakenya juga nggak laku laku amat, bisa jadi cakenya sudah lama dan sudah tidak layak makan lagi. Tapi si Genduk Cilik ngotot pengen beli. Sama mbak Sus dikasih tau, mendingan beli black forest di Giant yang sudah ketahuan enaknya. Salahnya mbak Sus ngomongnya di depan si mbak penjaga toko yang langsung nyolot dan melotot, katanya 'Ya pasti enakan cake yang di sini daripada di Giant !!'. Ya ampun....biasa aja po'o kalau bicara...di depan anak kecil, lagi.



Hmmm....ya wis, karena Cinta masih ngotot minta beli akhirnya aku belikan saja 3 cake potongan kecil yang ada lapisan coklat di atasnya,whipped cream dan potongan cherry. Di mobil langsung makan 2 potong. Dan katanya enak. Aku jadi penasaran...aku cuil dikit. Halahhhh..... benar feelingku, cakenya rasanya payah dan kerasa kalau sudah lama, tengik semuanya, ya cakenya, ya coklatnya, ya butter creamnya, cherrynya pun kering. Untungnya hanya beli 3 biji yang kecil.



Sampai rumah, Cinta minta dibikinin sendiri cake coklat, tapi mintanya cake lapis yang di coating coklat. Aku bilang, OK, tapi Minggu aja, soalnya hari ini Mamie cape :)


Minggu pagi sampai sore, hujan deras dan di rumah mati lampu. Nggak bisa ngapa ngapain. Pok yang lagi nggarap kerjaannya pengen nyamil yang manis manis...tapi yang ada hanya buah dan sisa muffin di kulkas. Kasihan..



Agak sorean lampu nyala, aku ditagih lagi janji bikin cake sama si Genduk Cilik. Akhirnya aku buatkan cake dengan resep sponge cakenya bu Fatmah Bahalwan ini tapi aku buat menjadi 3 lapis :



SPONGE CAKE


(resep bu Fatmah Bahalwan)

Bahan:


8 butir Telur
200 gram Gula kastor (aku kurangin jadi 175 gr saja)
225 gram Tepung terigu (aku pakai Segitiga)
1 sdm Emulsifier (aku pakai SP)
100 gram mentega dilelehkan + sejumput garam
2 sdm coklat pasta


Pelapis :




2 sdm Selai apricot
250 gr DCC lelehkan
100 gr DCC serut untuk hiasan

Cara Membuat:

Panaskan oven, alasi loyang dengan kertas roti, olesi margarine dan ditaburi sedikit tepung

Kocok telur & gula sampai naik, masukkan emulsifier, kocok lagi hingga kental
Masukkan terigu, aduk rataTuangkan mentega cair, aduk balik hingga rata.

Bagi menjadi 3 bagian, 1 bagian biarkan kuning, 2 bagian aku beri 2 sdm coklat pasta, aduk rata
Tuang ke dalam loyang.
Oven hingga matang pada suhu 180 °C, +/-45 menit.

Setelah dingin, olesi dengan selai apricot, susun, tuangi dengan lelehan DCC dan hias dengan serutan coklat




keluar dari loyang





hias dengan serutan DCC
Waktu menghias, pura puranya pengen bikin coklat cruel. Tapi ternyata...hasilnya jauhhhhhhh.......heheh...aku tidak telaten sama sekali dan DCCku agak lembek karena waktu habis beli sama si mbak ditaruh di lemari di atas oven. Jadinya asal serut dan diputer puterin seperi bunch of chocolate. Tapi si Genduk Cilik dan Bapaknya seneng tuh. Sengaja aku kasih coklat banyak banyak, karena mereka berdua adalah chocolate mosters :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Textured Chocolate Sheet - Arabesque




Ini lho yang namanya cetakan cokelat dengan motif Arabesque...

Aku dapat nitip temen milis NCC, Devi Susanti harganya Rp 40,000 per sheet. Pakainya, coklat dilelehkan trus dituang ke atas cetakan, dirapikan dengan scrapper. Kalau coklat sudah beku, dikletek trus dipotong potong buat decorating cake. Lembarannya ukuran 25cm x 35cm. Bisa dibuat untuk 2 warna coklat. Konon, (karena aku sendiri belum pernah pakai) bisa dipakai berulang kali asal treatmentnya benar.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS